Hubungi kami
+62 8181-6262-7
Manfaat Bermain pada Anak Usia 0 – 3 tahun pada Perkembangan Gerakan dan Otak Bayi
Home » Arikel » Manfaat Bermain pada Anak Usia 0 – 3 tahun pada Perkembangan Gerakan dan Otak Bayi
Manfaat Bermain pada Anak Usia 0 – 3 tahun pada Perkembangan Gerakan dan Otak Bayi

Banyak manfaat yang dapat kita petik dari hanya mengajak buah hati bermain. Apalagi, pada umur 0 - 3 tahun adalah waktu yang sangat penting untuk perkembangan gerak dan otak Bayi. Lalu bagaimana ya cara mengajak bermain bayi usia 0-3 bulan?  berikut rekomendasi CuteTeam buat Ayah dan Bunda.

Berdasarkan tulisan ilmiah berjudul “The importance of early bonding on the long-term mental health and resilience of children” yang ditulis oleh Robert Winston a, & Rebecca Chicot B, Studi menunjukkan bahwa ibu yang memiliki kesehatan mental yang baik lebih mampu memberikan perawatan yang responsif dan penuh perhatian kepada si kecil, yang dapat mempercepat perkembangan sosial dan kognitif bayi. Sebaliknya, ibu yang mengalami stres, depresi, atau kecemasan mungkin kesulitan untuk memberikan perhatian yang cukup, yang dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi dalam jangka panjang. 

Perlunya memperhatikan kesehatan mental ibu dapat mendukung ikatan yang harmonis dengan si kecil yang akan berdampak pada pertumbuhan yang baik pada otak buah hati. 

Ikatan kesehatan mental ibu dan bayi yang harmonis terbukti dapat mempengaruhi pertumbuhan otak si kecil. Pernyataan tersebut memang didukung oleh berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa hubungan yang sehat dan harmonis antara ibu dan bayi dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan otak bayi. Interaksi positif antara ibu dan bayi, seperti sentuhan, kontak mata, dan komunikasi verbal, membantu mengurangi stres dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan otak bayi.

Yang bisa ayah dan bunda dilakukan adalah sebagai berikut:

Pertama, ketika ayah dan bunda memiliki banyak waktu bersama si kecil. hal ini yang bisa lakukan untuk membersamai si kecil. :

  1. Kontak kulit ke kulit (bahkan jika tidak menyusui)
  2. Memeluk bayi
  3. Memijat bayi

Kedua, seiring dengan perkembangan zaman, banyak orang tua yang tidak memiliki waktu yang banyak. dengan si kecil. Berikut apa saja yang dapat dilakukan bila ayah bunda: 

  1. Sentuhan ibu, suara ibu, nyanyian ibu, bau ibu, dan gerakan tangan menjadi kegiatan bermain bersama buah hati
  2. Otak bayi baru lahir dirancang untuk tumbuh di lengan ibu, jadi gendonglah ibu, 
  3. "Wake Window" itu durasinya sangat pendek jadi tidak perlu diberikan aktivitas yaa
  4. Perawatan responsif dan berbasis isyarat

Ketiga, Responsif, adalah isyaratan mendasar dalam perawatan bayi. Jadi caranya :

  1. Tanggapi isyarat/tanda/respon yang diberikan bayi kepada ibu dan ayah. 
  2. Berikan respon yang memanjakan utk bayi 

Keempat, buat variasi posisi dan gerakan, coba  ayah dan bunda ubah ya posisi dan menggerakan bayi, dengan :

  1. Pegang dan gendong bayi dengan cara yang berbeda
  2. Jaga waktu berbaring di bouncer tetap singkat ya
  3. Hindari bagian kepala bagian belakang yang dipegang
  4. "Tummy time" ada di tangan ibu atau ayah.
  5. Bangun waktu bermain di lantai dengan posisi tengkurap, telentang, dan menyamping. Bermainlah di lantai bersama mereka untuk mengobrol, bernyanyi, membaca, dan menyentuh.

Kelima, Gunakan media mainan untuk membersamai si kecil

  1. Tubuh ayah dan ibu adalah mainan yang mereka butuhkan lho.
  2. Matras lembut, baby gym, selimut gulung atau penyangga bantal juga diperlukan.
  3. Buku hitam putIh
  4. Nah, pada usia 3 bulan, beberapa mainan genggam sederhana & teether (meskipun belum tumbuh gigi ya). Bola O, tekstur kecil, cermin juga sangat mendukung.

Dan, yang paling utama serta mendasar adalah

Keenam, perhatikan kesehatan fisik dan psikis orang tua, khususnya ibu. Pemulihan dan kesehatan mental ibu pasca bersalin adalah hal mendasar bagi perkembangan bayi. 

Ternyata, betapa sederhana kebutuhan buah hati ayah dan bunda.

Referensi: 

The importance of early bonding on the long-term mental health and resilience of children, 2016, by Robert Winston a, & Rebecca Chicot B

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *